Sidik Abdul Aziz Teacher, Entrepreneur, Innovator, Web Developer, Music Producer, Gamer & Father.

Sistem Operasi Jaringan

8 min read

sistem operasi jaringan
96 / 100
sistem operasi jaringan

Hai Sidik di sini, kali ini kita akan mempelajari sistem operasi jaringan.
Seperti yang kita ketahui bersama, sistem operasi jaringan merupakan salah satu pelajaran dari jurusan TKJ yang wajib dikuasai sebelum memasuki jenjang berikutnya.

Berdasarkan Kurikulum 2013 revisi 2017, sistem operasi jaringan masih merupakan materi lanjutan dari pelajaran kelas X Komputer Jaringan Dasar (Sitem Operasi).

Mari kita mulai dari sana, perhatikan.

1. Pengertian Sistem Operasi Jaringan

Sistem Operasi …, Sistem Operasi adalah satu induk kesatuan daripada perangkat lunak yang berada di antara program aplikasi (Software) & perangkat keras (Hardware).

Sistem operasi menjadi penghubung antara pengguna komputer (User) dengan perangkat keras komputer (Hardware).

Sedangkan Sistem Operasi Jaringan adalah Sistem Operasi yang secara khusus memiliki keunggulan dalam bidang penanganan jaringan, seperti pangkalan Data, pangkalan Periferal, Network Service dan masih banyak lagi.

2. Keunggulan Sistem Operasi Jaringan

Tidak seperti Sistem Operasi pada umumnya, Sistem Operasi Jaringan memiliki beberapa kemampuan dan karakteristik yang tidak dimiliki oleh sistem biasa, seperti :

  • Menyediakan layanan jaringan.
  • Mampu menjadi pusat kendali daripada jaringan dan segala sumber dayanya.
  • Mempunyai sistem keamanan dalam jaringan.
  • Dapat memberikan hak akses remote user agar bisa terkoneksi ke suatu jaringan.
  • Memiliki kontrol user untuk dapat terkoneksi ke dalam jaringan lainnya.
  • Kemampuan untuk mencadangkan data dari semua host yang ada di dalam jaringan tersebut.
  • Senantiasa update mengikuti perkembangan teknologi yang kian canggih.

3. Jenis Sistem Operasi Jaringan

Berdasarkan fungsinya, Sistem operasi jaringan itu dipecah menjadi dua jenis yang berdeda. Keduanya memiliki fungsi yang sama, namun cara penggunaan sangat jauh berbeda, yaitu:

3.1. Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text

Sistem operasi jaringan berbasis text adalah sebuah sistem operasi yang hanya menggunakan teks sebagai interfaces dan pengoperasiannya.

Tidak seperti sistem komputer yang biasa kita gunakan (Windows), Sistem operasi berbasis text tidak memiliki jendela aplikasi di dalamnya.

Kita hanya akan disuguhi layar berwarna hitam dan teks berwarna putih untuk bisa mengoprasikan sistem tersebut.

Tidak ada fitur multimedia seperti gambar, suara atau video. Hanya berbasis huruf saja, bahkan kita pun akan sangat jarang menggunakan Mouse, kita hanya akan terus menggunakan keyboard sebagai media perintah.

3.1.1. Kelebihan Sistem Operasi Jaringan berbasis text

  1. Pengoperasian sistem lebih efisien.
  2. Media simpan yang dibutuhkan terbilang irit.
  3. Penggunaan RAM yang cenderung ringan.
  4. Cocok dan kompatibel untuk segala periferal.

3.1.2. Kekurangan Sistem Operasi Jaringan berbasis text

  1. Monoton, penggunaan sistem berbasis teks memang tergolong jenuh.
  2. Beberapa aplikasi dan hardware berbasis GUI tidak bisa digunakan.
  3. Perintah Command line interface yang panjang susah diingat.
  4. Tidak bisa kustomisasi interface.

3.1.3. Contoh Sistem Operasi Jaringan berbasis text

  • Linux Debian
  • Linux Suse
  • Sun Solaris
  • Linux Mandrake
  • Knoppix
  • MacOS
  • UNIX
  • Windows 2000 Server
  • Windows 2003 Server

3.2. Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI

Sistem operasi jaringan berbasis GUI adalah sistem operasi yang dari sisi interfacesnya tidak jauh berbeda dengan sistem operasi yang biasa kita gunakan (Windows).

Memiliki fitur Grafis, sistem ini memang lebih human friendly dan nyaman digunakan. Mengenai fitur tentu saja sistem operasi jaringan berbasis GUI juga memiliki kemampuan khusus di bidang jaringan.

3.2.1. Kelebihan Sistem Operasi Jaringan berbasis GUI

  1. Lebih menarik minat dan tidak mudah jenuh.
  2. Interaksi lebih mudah dipahami.
  3. Pengoprasian sangat mudah dimengerti.
  4. Cocok bagi pemula.

3.2.2. Kekurangan Sistem Operasi Jaringan berbasis GUI

  1. Pengoperasian kurang efisien.
  2. Media simpan lebih besar mengingat ada unsur multimedia di dalamnya.
  3. Penggunaan RAM yang semakin besar.
  4. Lebih sering mengalami BSOD.

3.2.3. Contoh Sistem Operasi Jaringan berbasis GUI

  • Debian
    Tidak hanya untuk golongan CLI/Txt, Debian memiliki pamor yang cukup baik sebagai sistem jaringan yang berbasis GUI.
  • Ubuntu
    Merupakan distribusi dari Linux yang unsur utamanya berbasis Debian, dikembangkan dan didistribusikan secara bebas dengan label resmi.
  • Open Enterprise Server
    Ialah salah satu sistem operasi yang didistribusikan dari Linux Suse.
  • Windows Server 2012 R2
    Adalah Seri sistem operasi server yang rilis beserta Windows 8.
  • Windows Server 2019
    Adalah seri Microsoft Windows Server terbaru berbarengan dengan rilisnya Windows 10. Sistem ini satu keluarga dengan Windows NT.

Pada dasarnya Sistem operasi jaringan GUI ataupun text itu sama, bila dari sudut pandang kebutuhan dan kemampuan penggunanya, baik itu GUI ataupun Text/CLI.

Memilih Sistem operasi jaringan itu memang kembali kepada masing-masing personalitas.

Tidak ada sistem operasi jaringan yang lebih baik atau yang lebih buruk, semua sama saja.

Bila ada pertanyaan sistem operasi jaringan yang memiliki sifat multitasking GUI atau Text/CLI?

Jawabannya adalah keduanya bisa menggunakan multitasking, silakan baca artikel Multi Tasking, Multi User, Single Tasking & Single User untuk lebih jelasnya.

4. Penggunaan Sistem Operasi Jaringan

Pada dasarnya komputer mampu terkoneksi dengan jaringan dengan atau tidaknya menggunakan sistem operasi berbasis jaringan. Berikut ini sedikit mengingat tentang komputer server dan komputer klien.

4.1. Host

Ialah seperangkat periferal yang terhubung dengan jaringan komputer dan menggunakan layan yang ada di dalam jaringan tersebut.

Host bisa menggunakan IP Addres secara Dinamis maupun Statis. Beberapa periferal yang termasuk ke dalam Host adalah:

  • Server
  • Klien
  • Switch
  • Access Point
  • Router
  • Hub
  • Dll.

4.2. Server

Server merupakan sebuah Host yang mampu memberikan berbagai macam layanan kepada Klien.

4.3. Klien

Klien merupakan sebuah Host yang menggunakan berbagai macam layanan yang diberikan oleh Server.

Untuk dapat menggunakan layanan yang tersedia dari komputer Server, komputer klien harus terhubung ke dalam jaringan dengan baik.

Terdapat tiga cara koneksi yang dapat dilakukan untuk terhubung ke jaringan, yakni; melalui kabel (wired connection); tanpa kabel (wireless/Wi-Fi connection); dan koneksi dial-up.

Pertanyaan
Apakah sebuah host harus menggunakan sistem operasi jaringan?

Untuk komputer klien kita bisa menggunakan sistem operasi apa saja, asalkan sistem tersebut sudah memiliki kemampuan untuk bisa terhubung dengan jaringan.

Dalam kasus yang berbeda, ada kalanya setiap host yang terhubung dengan jaringan acapkali harus menggunakan sistem operasi jaringan khusus.

Lain halnya dengan komputer server, sudah sewajarnya bila sebuah sistem dalam server jaringan menggunakan sistem operasi jaringan seperti yang sudah kita bahas di awal.

5. Analisis Proses

Proses adalah konsep utama dari sebuah sistem operasi. Konsep ini pertama kali dikenalkan dan di[ergunakan pada sistem operasi Multics pada tahun 60-an.

Bayangkan saja hampir semua tahapan bagian di dalam pengembangan sistem operasi akan selalu berhubungan dengan suatu bidang yang disebut dengan proses.

Ada banyak sekali pengertian dan penjabaran daripada proses, salah satunya ialah program yang sedang dieksekusi.

Proses merupakan unit kerja paling kecil yang secara individu memiliki sumber daya yang di tiap eksekusinya, dikendalikan (dijadwalkan) oleh sistem operasi.

Sistem operasi memiliki peran sebagai pengelola semua proses yang berjalan di dalam komputer dan mengalokasikan sumber daya ke proses-proses tersebut, sesuai dengan aturan (kebijaksanaan) tertentu demi mencapai tujuan baik oleh sistem maupun oleh user.

Ada juga pendapat lain yang menjabarkan proses sebagai kumpulan perintah yang akan dijalankan oleh sistem.

Sebagaimana kita ketahui bahwasanya sebuah program itu, dibuat dengan merangkai bahasa pemrograman tertentu dengan sedemikian rupa demi menyelesaikan suatu tujuan.

Terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan proses, yaitu; Multi program (multitasking); Multiprocessing; dan Distribusi proses.

5.1. Multi Program (Multitasking)

Ini adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan kemampuan suatu prosesor dalam menjalankan lebih dari pekerjaan secara bersamaan dalam waktu yang sama.

Kini hampir tentu semua sistem operasi yang selalu menerapkan konsep multitasking ini. Ciri paling menonjol dari sistem ini bisa kita ketahui dari seri prosesornya misalnya saja single core.

Setiap proses (program) yang berjalan dapat bersifat:
Independen (berdiri sendiri), tidak saling bergantung antara satu proses dengan yang lainnya.

Setiap perintah dari masing-masing proses tersebut dijalankan secara bergantian oleh sistem, atau mungkin bisa disebut satu sistem satu waktu satu perintah secara bergantian.

Hanya saja pergantian dari satu proses ke proses ini, dilakukan dengan menggunakan rule tertentu dan terjadi begitu sangat cepat.

Saking cepatnya, pergantian proses inilah yang menimbulkan efek pararel semu (pseudoparalleism), lalu kita sebagai pengguna komputer menyebutnya dengan istilah; Multitasking, kemampuan sistem menjalankan banyak proses/pekerjaan dalam waktu yang bersamaan.

5.2. Multiprosesing

Multiprosesing yaitu sebutan untuk kemampuan suatu sistem yang mampu menjalankan banyak proses dalam waktu yang sama.

Konsep yang katanya dulu hanya diterapkan untuk sistem besar (server mainframe) namun kini tengah banyak disediakan oleh komputer untuk umum.

Sebagai contoh sistem operasi bagai Windows NT, Linux dan turunannya telah mendukung sistem multiprocessing ini, bahkan menjamur.

5.3. Distribusi Proses

Ini merupakan istilah sebuah kemampuan sistem operasi dalam menjalankan proses pada banyak komputer yang tersebar dalam jaringannya (terdistribusi).

6. Analisis Layanan

Daemon, merupakan istilah layanan yang dijalankan dalam seri sistem Linux. Layanan ini dikembangkan untuk memungkinkan sebuah proses dapat berjalan pada latar tanpa perlu melibatkan user secara langsung.

Biasanya daemon selalu aktif pada saat sistem pertama kali dinyalakan (startup).

Contoh aplikasi Linux yang termasuk ke dalam daemon adalah

  • Apache HTTP
  • NGINX HTTP
  • MySQL Database
  • Open SSH
  • Dll.

Layanan adalah aplikasi yang berbeda dengan aplikasi user. Keberadaannya mampu mendukung sistem agar dapat menjalankan banyak proses dalam satu waktu (multitasking).

Setiap aplikasi layanan yang akan dijalankan pada saat startup pada Linux ditempatkan pada direktori /etc/rc*.d/, dimana * digunakan untuk menunjuk ke runlevel yang telah ditentukan pada saat proses init sistem.

Command untuk mengubah status dari suatu layanan secara umum berada dalam direktori /etc/init.d/.

Untuk mengubah layanan tersebut menjadi aktif atau tidak.

Perintah ini hanya bisa dijalankan oleh User super admin root.

/etc/init.d/skrip-daemon perintah

Perintah disini dapat berisikan:

  • start : mulai menjalankan layanan
  • stop : menghentikan layanan
  • restart : menghentikan dan menjalankan kembali layanan
  • reload : membaca kembali data dan aplikasi layanan
  • status : menampilkan status terakhir dari layanan

Contoh perintah diatas, diberikan pada gambar berikut.

sistem operasi jaringan
Contoh perintah pengelolaan layanan di Linux

Perintah ini berfungsi untuk aktifasi layanan SSH dari sistem. Metode lain untuk menjalankan layanan tersebut yaitu dengan menggunakan perintah berikut.

service skrip-daemon perintah

contoh:

service ssh status

6.1. Startup Layanan

Perintah diatas agar sistem tidak membuat layanan tersebut berjalan saat komputer dinyalakan. Perintah berikut dapat digunakan untuk tujuan ini.

Aktivasi startup layanan:

insserv skrip-daemon

Deaktivasi startup layanan:

insserv –r skrip-daemon

Contoh:

insserv -r ssh

7. Backup dan Restore

Backup dan restore adalah sebuah tugas yang penting dalam pengembangan sistem karena mampu memperkecil adanya kemungkinan kehilangan data dan informasi untuk mampu menjaga keutuhan data.

Ada banyak sekali kemungkinan kita bisa kehilangan data, mulai dari user sendiri, sistem, ataupun faktor eksternal lainnya seperti bencana alam dan lain sebagainya.

Bagi seorang administrator jaringan, pekerjaan mem-backup ini wajib dilakukan, sebagai bentuk antisipasi akan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada data milik user.

Oleh karena itu kita perlu mengenal tentang sistem backup. Agar kelak dapat menghasilkan data cadangan yang baik, belu lagi perlu memiliki suatu perencanaan dan strategi yang sesuai, sehingga sistem ini dapat bekerja optimal.

7.1. Perencanaan Backup

Jangka waktu terbaik untuk menjalankan sistem backup yang efektif adalah kegiatan yang sifatnya berkelanjutan dan terjadwal. Setiap perusahaan memiliki sistem yang berbeda-beda sesuai kebutuhannya.

Maka dari itu, perencanaan sistem backup yang akan dibangun alangkah baiknya bila disesuaikan dengan dinamika yang ada pada perusahaan/instansi tersebut.

Berikut ini adalah beberapa panduan yang bisa digunakan untuk memulai perencanaan sistem backup, kita gunakanpola 5w1h (what, where, who, when, why, dan how).

  1. File-file apa saja yang perlu dibackup?
  2. Dimanakah lokasi file-file tersebut?
  3. Siapa yang akan menjalankan tugas backup?
  4. Di mana, kapan, dan dalam kondisi apa backup harus dilakukan?
  5. Seberapa sering file-file ini mengalami perubahan?
  6. Berapa lama data backup ini harus dipertahankan sebelum dihapus?
  7. Di mana media backup harus disimpan?
  8. Ke mana data backup akan direstorasi (dikembalikan)?

7.2. Strategi Backup

Ada dua jenis metode backup yang umum dilakukan saat ini, yaitu skema full backup dan incremental backup.

7.2.1. Backup Utuh (Full backup)

Full backup bisa jadi strategi backup yang paling simpel karena menyalin semua file dari suatu sistem ke dalam tape atau media backup lainnya secara menyeluruh.

Artinya, full backup adalah salinan total dari data yang dimiliki oleh sebuah sistem komputer atau sebuah media penyimpanan, di dalamnya dapat juga termasuk file-file yang berkaitan dengan sistem operasi selain file-file milik user.

Seperti yang sudah disampaikan, strategi full backup ini akan memakan waktu lebih lama dan berat sudah pasti, karena jumlah data yang disalin banyak tergantung besar dan banyaknya file-file yang ada di komputer tersebut.

7.2.2. Incremintal Backup

Ini merupakan strategi backup yang paling sering dipilih. Ini karena, sistem hanya akan menyalin data yang berubah sejak backup sebelumnya.

Incremental backup sangat direkomendasikan ketika skema full backup terlalu berat karena data yang terlalu besar dan juga makin cepat karena hanya sebagian kecil saja datanya yang berubah setiap harinya.

7.3. Verifikasi Data

Jangan salah, tahapan ini sangat penting dalam pengembangan sistem backup, karena keaslian dan keutuhan data backup harus bisa dipertahankan agar nanti saat dikembalikan sistem bisa langsung berjalan kembali. Ada dua proses dalam tahapan ini :

  • Melakukan pembandingan file-file dalam backup dengan file-file aslinya (sumber).
  • Meyakinkan keutuhan file dengan membaca setiap file backup yang dihasilkan sehingga tidak ada file yang rusak/korup.

7.4. Media Simpan Backup

Pilih dan lakukanlah metode backup dengan baik dan teliti, perhatikan hal-hal umum di bawah ini.

Simak baik-baik, cara mempertimbangkan dan memutuskan ke mana lalu bagimana kita akan menyimpan media backup:

  • Ketahui di mana lokasi piranti-piranti berada
    Menyiapkan ruang simpan khusus menjadi hal yang vital bagi perusahaan/intansi berskala besar dan profesional. Dengan mengetahui lokasi backup, administrator akan dapat melakukan backup dan recovery dengan cepat.
  • Buatlah rutinitas restorasi (pengembalian) semudah mungkin
    Data backup selayaknya disimpan pada lokasi yang mudah dijangkau agar dapat cepat diakses untuk melakukan proses pengembalian data. Demikian juga dengan semua media penyimpanan tersebut harus diberi label dengan jelas sehingga dapat memudahkan mengenali data-data yang bakup.
  • Berikan proteksi-tulis atas media-media backup
    Protekni-tulis (write-protect) untuk memproteksi media backup dari aksi-aksi overwrite (penulisan data ulang) tak disengaja. Mekanisme proteksi-tulis ini berbeda-beda tergantung jenis media penyimpan yang digunakan.
  • Pertimbangkan faktor-faktor lingkungan
    Perhatikan kondisi di ruang simpan diantaranya adalah kelembaban, suhu, sinar/cahaya, interferensi elektromagnetik, dan guncangan.
  • Amankan media-media backup secara fisik
    Di mana pun media-media ini ditempatkan, keamanan fisik dari media ini juga tak kalah pentingnya. Media-media harus aman dari pencurian, perusakan dan kerusakan-kerusakan lingkungan.
  • Tangani media dengan benar
    Beberapa media ada yang memiliki sejumlah tuntutan khusus dalam perawatannya. Sebagai contoh, floppy disk dan disk-disk zip idealnya harus diletakkan di atas dari media-media lainnya yang dipandang lebih kokoh. Selain itu ada juga cartridge tape yang harus disimpan dalam posisi spool vertikal (tegak lurus ke tanah).

Selain itu dengan memperlakukan media sebagaimana mestinya akan dapat memaksimalkan umur pemakaian media tersebut. Berikut ini, tabel masa berlaku sebuah media simpan dari berbagai jenis media penyimpan.

sistem operasi jaringan
Tabel perkiraan ketahanan media penyimpanan

Setiap metode backup memiliki keunggulan dan kekuangannya tersendiri dan mungkin hanya cocok untuk kondisi-kondisi tertentu saja.

Beberapa di antara metode dapat dikombinasikan antara satu dengan yang lainnya agar dapat memberikan solusi backup yang lebih optimal.

Sepertinya cukup sampai di sini dulu untuk materi ini, bilamana ada yang ingin ditanyakan, jangan sungkan silakan tanyakan di kolom diskusi di bawah.

Stop banyak alasan, tetaplah semangat, stay learn!

Avatar for Sidik Abdul Aziz
Sidik Abdul Aziz Teacher, Entrepreneur, Innovator, Web Developer, Music Producer, Gamer & Father.