Memahami Perangkat Lunak Pemrograman

4 min read

Perangkat Lunak Pemrograman

Sebelum kemateri mari kita mahas sejenak tentang memahami perangkat lunak dan bahasa pemrograman

A. Pengertian dari bahasa pemrograman

Bahasa pemrograman juga sering diistilahkan dengan bahasa komputer atau bahasa pemrograman komputer.

pemrograman komputer adalah instruksi standar untuk memerintah komputer agar mengerjakan apa yang diperintahkan oleh seorang pemrogram.

Bahasa pemrograman merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer yang akan melakukan perintah pemrogram.

seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer dan bagaimana proses dalam pengolahan data tersebut, dan bagaimana data ini akan disimpan atau diteruskan, dan jenis langkah-langkah apa saya yang secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Fungsi bahasa pemrograman komputer yaitu untuk memerintah komputer agar mengolah data sesuai dengan alur berpikir yang kita inginkan sebelumnya.

Keluaran dari bahasa pemrograman tersebut berupa program/aplikasi. Contohnya adalah program yang digunakan oleh kasir di mal-mal atau swalayan, penggunaan lampu lalu lintas di jalan raya, dll.

Setelah kita memahami perangkat lunak dalam bahasa pemrograman

B. Pengertian dari perangkat lunak

kita harus tau tentang Memahami Perangkat lunak bahasa pemrograman atau lebih terkenal dengan nama language software merupakan suatu program yang digunakan untuk menerjemahkan perintah-perintah yang ditulis dalam bahasa program ke dalam bahasa mesin (machine languange), sehingga dapat diterima dan dimengerti oleh komputer dan komputer dapat melakukan perintah tersebut.

Apabila languange software tidak tersedia, maka pembuat program harus menulis programnya langsung dengan bahasa mesin yang berbentuk bilangan – bilangan binary.

Suatu instruksi program yang ditulis dalam bahasa mesin dapat berbentuk seperti 1100111010000.

Tanpa mengetahui arti tertentu dari masing-masing bagian dari bilangan binary tersebut secara persis (karena hanya komputer yang mengerti bahasa mesin tersebut), maka akan sangat sulit untuk mengerti dengan benar maksud dari instruksi tersebut oleh kita.

Instruksi yang berbentuk bilangan binary disebut atau dikenal dengan istilah object code. Sedangkan sekumpulan dari instruksi-instruksi yang membentuk suatu program dalam bahasa mesin yang telah dimengerti oleh komputer disebut dengan object program.

Tiap-tiap instruksi object code terdiri dari operation code (op code) dan open and.

Penulisan program dengan bahasa mesin (biasanya berbentuk binary) dirasakan terlalu sulit dan memakan banyak waktu, maka dikembangkan languange software sebagai alternatif penulisan program yang lebih mudah dimengerti oleh kita.

C. Tingkatan Bahasa pemrograman

1. tingkat rendah (low level language)

merupakan bahasa pemrograman generasi pertama, bahasa pemrograman jenis ini sangat sulit dimengerti karena instruksinya menggunakan bahasa mesin. Biasanya yang mengerti hanyalah pembuatnya saja karena isinya programnya berupa kode-kode mesin.

2. tingkat menengah (middle level language)

merupakan bahasa pemrograman dimana pengguna instruksi sudah mendekati bahasa sehari-hari, walaupun begitu masih sulit untuk dimengerti karena banyak menggunakan singkatan-singkatan seperti “STO” artinya simpan (STORE) dan “MOV” artinya pindahkan (MOVE). Yang tergolong dalam bahasa ini adalah assembler.

3. tingkat tinggi (high level language)

merupakan bahasa yang mempunyai ciri lebih terstruktur, mudah dimengerti karena menggunakan bahasa sehari-hari.

contoh bahasa level ini adalah: Delphi, Pascal, ORACLE, MS-SQL, Perl, Phyton, Basic, Visual Studio (Visual Basic, Visual FoxPro), Informix, C, C++, ADA, Java, PHP, ASP, XML, dan lain-lain.

Bahasa seperti Java, PHP, ASP, XML biasanya digunakan untuk pemrograman pada internet, dan masih banyak lagi yang terus berkembang yang saat ini biasanya dengan ekstensi .net (baca: dot net) seperti Visual Basic.

NET dan Delphi.Net yang merupakan bahasa pemrograman yang dikembangkan pada aran berbasis internet.

Baca Juga
Sistem Kontrol Dan Monitoring

D. Perkembangan Dari Generasi ke Generasi

Sejauh ini bahasa pemrograman dikelompokkan menjadi lima generasi. Setiap generasi bahasa pemrograman memiliki karakteristik tersendiri. Semakin maju generasinya maka orientasi bahasa pemrograman ini akan semakin dekat bahasa kita.

Memahami Perangkat Lunak Bahasa Pemrograman

1. Generasi Pertama machine language

Bahasa pemrograman generasi pertama berorinetasi pada mesin. Program disusun menggunakan bahasa mesin/kode mesin. Bahasa Mesin adalah bahasa tingkat rendah yang hanya dipahami oleh komputer.

Program ini disusun dengan menggunakan bahasa mesin dimana program pada generasi ini sangat sulit untuk dipahami dan dapat dikatakan sangat membosankan bagi para programer tetapi memberikan eksekusi program yang sangat cepat.

Selain itu, bahasa mesin sangat bergantung pada mesin. Artinya, bahasa mesin antara satu mesin dengan mesin yang lain sangat berbeda.

Pemrograman dengan bahasa mesin nampaknya sudah jarang di gunakan pada era sekarang untuk membuat suatu perangkat lunak, adapun penggunaannya saat ini mungkin akan sangat terbatas.

misalnya di lingkungan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran, bahasa mesin dapat di katakan sebagai “bahasa komputer asli” yang hanya terdiri dari karakter “0” ( nol ) dan “1” ( satu ) saja, juga di kenal dengan sebutan “bahasa biner”.

Contohnya : 11001010 00001111 11101100

2. Generasi kedua assembly language

Pemrograman dengan bahasa pemrograman assembly ( rakitan ) merupakan generasi ke dua setelah generasi bahasa mesin, bahasa pemrograman assembly memiliki keyword yang lebih kompleks dari pada bahasa mesin yang hanya berisi karakter “0” dan “1” saja sehingga relatif lebih mudah di mengerti oleh programmer.

Kode – kode pada bahasa pemrograman assembly cenderung berupa singkatan yang di kenal dengan sebutan kode mnemonic seperti MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dan lain sebagainya.

Kode – kode tersebut mungkin sedikit – banyak mirip dengan kode Terminal ( pada sistem operasi Linux ) atau kode Command Prompt ( pada sistem operasi Windows ), misalnya “mkdir” (make directory, untuk membuat folder baru) namun hal tersebut merupakan kode yang berbeda walaupun sama – sama cenderung mudah di ingat di bandingkan dengan bahasa biner.

3. Generasi ketiga procedural programming

Pada generasi ini mulai muncul bahasa pemrograman prosedural yang mengadopsi bahasa yang mirip dengan bahasa manusia. Contoh : WRITE (untuk menampilkan kelayar) READ (untuk membaca data masukan dari keyboard).

Bahasa pada generasi ini disebut juga Bahasa beraras tinggi / High Level Language (contoh bahasa pemrogaman : PASCAL, FORTRAN, C, COBOL, BASIC dll.

Namun masih mencampurkan unsur simbol/karakter khusus seperti {, }, ?, <<, >>, &&, ||, ; dan lain sebagainya, kemudian pada generasi ini juga mulai di kembangkan otomatisasi pengkodean agar programmer fokus pada fungsi utama program yang di kembangkan, unsur simbol / karakter khusus pun mulai di kurangi bahkan pada beberapa bahasa pemrograman telah di hilangkan.

4. Generasi keempat GL ( fourth-generation language )

Generasi ke-empat adalah generasi bahasa query terstruktur ( SQL, Structured Query Language ), SQL sebenarnya merupakan bahasa pemrograman namun penerapannya saat ini lebih banyak pada basis data ( database ) misalnya MySQL, Oracle Database, SQL Server, PostgreSQL, SQLite dan masih banyak lagi.

Bahasa generasi ke-empat disebut juga dengan Very High Level Language atau Problem Oriented Language (bahasa yang berorientasi pada masalah) karena memungkinkan pemakai menyelesaikan masalah dengan sedikit penulisan kode pemrograman dibandingkan dengan bahasa prosedural.

Contoh Bahasa Generasi ke-empat: Oracle, Microsoft Access dsb.

Pada bidang pemrograman, SQL umumnya di gunakan sebagai bahasa sekunder dengan library built – in atau terpisah, query yang di sematkan dalam kode suatu bahasa pemrograman tujuannya adalah untuk mendefinisikan basis data dan memanipulasi basis data, di kenal dengan DDL ( Data Definition Language ) dan DML ( Data Manipulation Language ).

5. Generasi kelima Programming Language Based Object Oriented & Web Development

Generasi bahasa pemrograman yang ke lima lebih menekankan pada aspek efisiensi dan penggunaan kembali ( re-use-able ) modul – modul yang di buat dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi tertentu, generasi ke – 5 ini juga di kenal dengan nama “intellegent programming” ( pemrograman kecerdasan ) yang menekankan aspek otomatisasi dalam setiap prosesnya.

Kecerdasan buatan merupakan disiplin ilmu komputer yang mempelajari cara komputer meniru kecerdasan manusia. Contoh bahasa pemrograman yang ditujukan untuk menangani kecerdasan buatan diantaranya PROLOG dan LISP.