DHCP Server, 4 Hal Yang Wajib Dikuasai!

3 min read

DHCP adalah

DHCP Server adalah suatu perangkat yang mampu membagi dan menyebarkan IP Address secara otomatis kepada seluruh client yang terhubung dengan jaringan. Ini merupakan materi dari Pelajaran Administrasi Server Jaringan Kelas XI Kurikulum 2013 Revisi 2017.

1. Pengertian DHCP Server

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah sebuah sistem pemberian/pembagian IP Address/Alamat IP secara otomatis dan dinamis (tidak tetap).

Server adalah sebuah perangkat yang mampu memberikan layan kepada Client.

DHCP Server adalah suatu perangkat komputer yang mampu membagi dan menyebarkan IP Address secara otomatis kepada seluruh Client yang terhubung dengan jaringan tersebut.

Sistem DHCP sangat membantu kinerja para tenaga jaringan, dengan prosedur pembagian otomatis ini, memudahkan administrasi jaringan cepat dalam konfigurasi jaringan.

Bayangkan bila kita harus mengisi sebuah jaringan dengan jumlah Client lebih dari 500 Host. Akan sangan memakan tenaga dan waktu.

2. Cara kerja DHCP Server

Kita mungkin pernah mendengar istilah Obtain IP.
Secara default, Adapter jaringan pengelola IP adalah Obtain, lihat gambar di bawah.

Obtain IP Address DHCP Server
Obtain IP Address

Obtain IP (Dapatkan IP), adalah metode daripada DHCP Client untuk mendapatkan IP, Apa itu DHCP Client?
DHCP Client adalah sebuah host yang menerima pembagian IP Address secara otomatis dan dinamis daripada server DHCP.

Ketika host DHCP Client tersebut terkoneksi ke dalam jaringan, Host tersebut akan meminta IP ke pada server DHCP.

Kemudian DHCP Server akan secara otomatis menjawab permintaan host dengan memberikan IP Address lengkap beserta Subnetmask, Gateway, dan lain-lain.

Bilamana IP sudah diterima dan digunakan, Server tersebut akan langsung menandai IP yang sudah digunakan dan mencoretnya dari daftar POOL IP List, sehingga tidak akan ada penggunaan dua buah IP yang sama.

Apabila seluruh IP yang tersedia dalam DHCP sudah dipergunakan, maka Host/Client tersebut tidak akan bisa terhubung ke dalam jaringan.

3. Alur Kerja DHCP Server

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ketika dua unit host yang sudah melaksanakan fitur DHCP dinyalakan, secara otomatis kedua Host tersebut akan saling berkomunikasi satu sama lain, dimulai dari Client yang melakukan request IP dan diberikan IP oleh Server, kira-kira alur kerjanya seperti di bawah ini.

3.1. IP Least Request (Permintaan IP Terendah)

Yang dimaksud Permintaan IP Terendah adalah komputer client yang meminta DHCP Server untuk mengirimkan alamat IP paling rendah, jadi tidak sekedar meminta alamat IP, namun juga alamat IP terbaik.

Alamat IP terbaik adalah yang paling sedikit digitnya, misal:
Daripada 192.168.1.200 komputer client akan lebih dulu menggunakan 192.168.1.199, maka istilah untuk IP Lest Request adalah alamat IP yang paling sedikt digit dan nominalnya.

3.2. IP Least Offer (Pengiriman IP Terendah)

Secara otomatis dan efisien, komputer server segera mengirimkan alamat IP terendah yang tersedia kepada Client untuk diseleksi dan digunakan.

3.3. IP Lease Selection DHCP Server

Kembali lagi kepada Client, selanjutnya Client DHCP akan menyeleksi, memilah dan memilih alamat IP yang tersedia untuk segera digunakan.

3.4. IP Lease Acknowledge DHCP Server

Ketika Client sudah memilih alamat IP, selanjutnya server akan langsung memberikan DHCPACK (paket yang sudah dijelaskan di atas) berupa paket Alamat IP, lengkap dengan rule yang sudah ditentukan.

Berhati-hati saat melakukan pemasangan, pemindahan, penggantian ataupun hal lainnya.

4. Cara Konfigurasi DHCP Server

Sebelum melakukan konfigurasi DHCP Server, perlu diketahui atau mungkin teman-teman sudah mengetahuinya, seperti baknya manusia, lain orang lain kepala, begitu pula Server, lain Server lain konfigurasi.

Maka, sebelum melanjutkan konfigurasi ketahui, dan pilih dahulu server apa yang akan kita gunakan untuk melakukan konfigurasi DHCP Server.

4.1. Cara Melakukan Konfigurasi DHCP Server Internet Telkom Speedy

Telkom Speedy merupakan salah satu Provider (Penyedia layanan Internet) paling besar di Indonesia. Ketika kita melakukan pembelian layanan Internet dari Telkom Speedy (Indiehome), kita akan diberikan Layanan Internet lengkap dengan Access Point Router, kabel Fiber Optik dan lain-lain.

Dan secara Default (setingan dasar) AP Router yang diberikan dan dikonfigurasi oleh Telkom Speedy memiliki fitur DHCP Server.

Makanya ketika ada Host baik itu komputer/laptop atau handphon dll melakukan koneksi Wifi pada AP Router maka fitur DHCP dari Telkom Speedy akan terlaksana.

Cara konfigurasi DHCP Server Telkom Speedy (Indiehome)
Cara konfigurasi DHCP Server Telkom Speedy (Indiehome)

Perhatikan gambar di atas, untuk melakukan konfigurasi DHCP Server seperti gambar di atas, adalah dengan cara masuk ke konfigurasi AP Router, misal:

  1. Koneksikan fisik AP Router dengan Komputer/Laptop
  2. Seting Obtain IP Komputer/Laptop
  3. Buka Browser lalu ketik 192.168.1.1 di address bar browser
  4. Masukan username : admin dan password : admin
  5. Pilih menu WLAN / LAN, lalu memulai konfigurasi DHCP Server.
  6. Bila sudah selesai, tekan Submiy, lalu secara otomatis AP Router akan Restart/Reboot.
  7. Konfigurasi selesai.

4.2. Cara Melakukan Konfigurasi DHCP Server MikroTik

Cara konfigurasi DHCP Server Mikrotik
Cara konfigurasi DHCP Server Mikrotik

Bila kita menggunakan layanan MikroTik, kita pun bisa melakukan konfigurasi DHCP Server menurut Mikrotik sendiri, misal:

  1. Koneksikan fisik MikroTik dengan Komputer/Laptop
  2. Buka aplikasi Winbox bawaan Mikrotik
  3. Pilih tab Neighbor dan masukan id username dan password
  4. Masuk ke menu IP, Lalu pilih DHCP Server
  5. Pilih menu DHCP Setup
  6. Ikuti step by step setup wizard yang keluar
  7. DHCP Server Interface : ether1
  8. DHCP Address Space : 192.168.86.0/24
  9. Bila IP address yang digunakan pada interface ether1 192.168.86.0/24 maka dia otomatis akan keluar ip seperti ini
  10. Gateway for DHCP NEtwork : 192.168.86.1
  11. Address for Give Out : 192.168.86.2-192.168.86.254 (ini adalah range IP untuk DHCP Client nantinya)
  12. DNS Server : 8.8.8.8 & 8.8.4.4 / bisa juga 1.1.1.1 (DNS Proxy)
  13. Lease Time : 00:10:00
  14. Setup has completed successfull
  15. Berarti konfigurasi kita berhasil, selamat.
  16. Selanjutnya silakan reboot perangkat MikroTik tersebut.
  17. Selesai.

4.3. Cara Melakukan Konfigurasi DHCP Server Debian 9

Bila kita menggunakan sistem operasi debian, kita pun bisa mengkonfigurasi DHCP Server di dalam Debian, sebut saja sebagai contoh kita akan melakukan konfigurasi DHCP Server di dalam Debian 9.

Anggap di sini kamu sudah menyelsaikan instalasi Debian 9 sampai ke tahap siap menggunakan Debian Server. Kita contohkan di dalam debian 9 yang sudah terinsalasi dengan menggunakan Virtual Box, misal:

  1. Silakan bukan konfigurasi dasar machine Virtual box
  2. Masuk ke menu Network, lalu pilih Adapter 1
  3. Pilih adapter yang ingin digunakan
  4. Pilih menu Advance di bawah, lalu Permiscuous Mode : Allow All
  5. Tekan ok lalu mulai start nyalakan machine debian 9
  6. Setelah booting selesai silakan masuk dengan menggunakan Root
  7. Ketik apt-get install isc-dhcp-server lalu enter
  8. Masuk ke file dhcpd.conf dengan ketik lagi nano /etc/dhcp/dhcpd.conf lalu enter
  9. Lalu cari kata dengan awalan # A slightly. hapus tanda pagar sampai dengan tanda kurung kurawal dibawah. Lalu ganti subnet, netmask, dns. nama domain, routers, broadcast address dengan konfigurasi IP kita, lalu di range atur sebagaimana mungkin jumlah IP nya. Disini saya cantumkan dari range IP 5-50 saja. Jadi dipastikan DHCP akan dapat di IP tersebut. Kalau sudah save file tersebut.
  10. Ketik nano /etc/sysctl.conf enter
  11. Terus hapus tanda pagar pada tulisan ip_forward save lagi
  12. Ketikan lagi nano /etc/default/isc-dhcp-server
  13. Tambahkan interface enp0s3 di bagian INTERFACESv4 save juga
  14. Selanjutnya kita restart, ketik /etc/init.d/isc-dhcp-server restart
  15. Selesai

Bagaimana …, bingung?
Jangan bingun, ini merupakan contoh dari pelaksanaan konfigurasi DHCP Server, untuk lebih lengkap dan efisiennya, mohon jangan jadikan ini acuan konfigurasi.

Semua contoh konfigurasi yang ada di sini akan selalu berbeda dengan setiap unit hardware dan versi software yang digunakan. Perbedaan adalah hal yang wajar bagi kita.

Untuk lebih jelasnya, konfigurasi DHCP Server akan secara khusus dibuat dalam artikel da modul belajar lain. Sekian untuk pertemuan kali ini, semoga bermanfaat.